Senin, 16 November 2015

cerpen



SETANGKAI MAWAR

Aku menulis surat, surat yang ku tulis dengan penuh makna dan cinta. Surat yang aku kirim kepada seseorang yang begitu indah syairnya, begitu dalam katanya. Yang membuat ku memantapkan hatiku padanya, ya... dia seorang wanita yang tak pernah aku jumpai. Seseorang tak pernah aku lihat paras indahnya, akan tetapi kata-katanya telah menyentuh bagian terdalam hatiku.
Aku mengenalnya dengan tak sengaja, aku menemukan diary nya yang tersampul rapi. Diary yang bersih, katanya pun begitu indah. Didalam diary tersebut hanya terdapat sebuah nama dan alamat. Nama yang bertuliskan ROSELINE. Beralamat di bandung. Pada saat itu aku tak terlalu tertarik, tetapi saat aku mencoba membacanya, aku begitu kagum. Aku begitu terpana dengan katanya, indah goresan tangannya, dan membuat aku tak bisa tidur memikirkan dirinya. Aku membayangkan dirinya dalam bentuk sosok bidadari yang cantik, seperti katanya yang memikat.
Pada malam itu juga aku mencoba mengirim surat kealamat tersebut yang berisikan aku telah menemukan diarynya. Dan aku memuji betapa indah kata-katanya, serta aku tak lupa untuk meminta maaf atas kelancangan ku yang telah mencoba membaca diarynya.
Satu minggu pun berlalu, surat yang aku kirim tak kunjung dibalas. Aku berfikir, bahwa mungkin saja ia memang tak peduli. Maka aku pun tak perlu untuk menunggu suratnya. Akan tetapi diary tersebut masih aku simpan dengan baik-baik. Dan aku menjaganya dengan sepenuh hati.
Pada suatu pagi saat aku ingin berangkat bekerja, aku menemukan sebuah amplop dibawah pintu rumahku. Dan aku terkejut saat melihat tulisan yang sangat aku kenal, tulisan yang membuat aku tak bisa tidur.aku membukanya dengan begitu hati-hati, agar ciptaan yang indah itu tidak rusak sedikitpun. Aku membacanya dengan hati berdebar, entah ada apa dengan diriku.

                                                                                       Bandung, 12 juni 2013
Dear my hero.

“aku ingin berterima kasih, karna kamu telah mau meluangkan waktu berharga mu hanya untuk memberi tahuku tentang itu, mungkin kamu tak menganggap itu penting. Tapi bagiku itu begitu sangat penting, hingga aku menulis surat ini dengan perasaan tak menentu. Bahagia, senang, terharu dan lengkap sudah. Tapi aku ingin meminta mu sekali ini saja, tolong jaga diary itu untuk aku. karna aku belum punya waktu untuk mengambilnya. sekali lagi terima kasih pahlawanku. J
Pengagummu

       ROSE

Aku tak dapat berkata apa-apa setelah membaca surat itu, yang pasti aku begitu bahagia nya hingga aku lupa aku harus berangkat kerja. Oh sial... AKU TELAT.

Setelah kejadian tersebut kami sering bertukar surat, masalah apapun kami seling bercerita. Tak ada rahasia diantara kami. Hingga perasaan itu semakin dalam tumbuh. Awalnya aku hanya mengabaikan perasaan itu, tapi akhirnya perasaan ini tak dapat lagi ku bendung. Akhirnya malam itu aku mengirimi surat pernyataan cinta ku padanya.  Dan aku menanti setiap detik akan balasan suratnya, entah aku ditolak atau dicaci makipun, aku terima. Karna aku hanya ingin melihat goresan tangannya dan katanya yang indah.
Aku menanti dengan cemas balasan suratnya, karna sudah dua hari ia telat mebalasnya. Aku semakin takut, takut ia pergi meninggalkanku. Lalu keajaiban pun datang, saat aku sedang menonton televisi. Aku mendengar suara tukang pos yang mengantar surat. Aku langsung berlari untuk meminta surat ku. Tukang pos tersebut hanya heran melihat tingkahku yang konyol, tapi aku tak begitu peduli. Yang penting aku bisa melihat sajaknya yang indah.
Aku membuka surat itu dengan hati berdebar lagi, apakah itu penolakan? Ah... aku tak begitu peduli yang aku inginkan hanya ingin secepatnya membaca kata yang indah itu.

                                                                                       Bandung, 15 maret 2015
Dear love

“maaf aku terlambat membalas suratmu, aku hanya ingin memastikan apakah perasaan aku ini benar atau tidak. Tetapi sekarang aku yakin aku juga memiliki perasaan yang sama terhadapmu, aku tak sanggup berlama-lama mengabaikan suratmu yang begitu penuh cinta. Maaf kan aku, telah membuat mu menunggu terlalu lama”

Ur love

ROSE


Aku begitu bahagia membaca surat ini, hingga aku ingin memeluk nya. Memeluknya penuh cinta. Dan itu rasanya nyata, aku sedang memeluk seseorang. Apakah ini rose?? . Tetapi pikiran itu pun hilang saat terdengar suara. PERMISI NAK. Aku dengan cepat melepaskan pelukan tersebut. Oh sial..... kok bapak-bapak orang sih??

Setelah pernyataan kami tersebut, aku dan rose semakin dekat. Dan 6 bulan kemudian kami memutuskan untuk bertemu. Awalnya aku meminta ia untuk mengirimi fotonya, tetapi ia menolak. Karena ia berfikir kalau aku akan mencintainya hanya karna parasnya.dan  aku menyetujuinya.
Pada hari yang telah disepakati, aku bertemu dengannya. Aku turun dari bus yang aku tumpangi, tetapi hatiku berdebar lagi. Ini berbeda dari sebelumnya, aku berfikir, bagaimana kalau ternyata dia tak seperti yang aku bayangkan? Kami sudah bersepakat, bahwa kami akan memegang bunga mawar.. Saat aku melangkahkan kakiku, aku melihat seorang gadis yang begitu anggun, begitu cantik, begitu manis. Ia berjalan dengan tersenyum sambil membawa setangkai bunga edelwis. Tetapi bukankah kami telah sepakat dengan mawar? Lalu ia berjalan kearah ku, dan aku berdebar tak karuan. Tetapi aku salah, ternyata ia hanya berjalan melewatiku. Aku sempat berfikir untuk mengejar gadis tersebut. Tetapi aku terpaku, saat melihat wanita gemuk yang lusuh memegang setangkai mawar. Ada perasaan kecewa dihatiku, tetapi lebih banyak terbesit rindu kepada wanita yang menemaniku selama bertahun-tahun. Aku sudah memantapkan hatiku pada wanita tersebut,dan aku berjalan dengan tegap dan tersenyum kearah wanita yang kurindukan itu. Semua tentang wanita cantik itu telah hilang dalam pikiran ku, yang ada hanya kepada wanita yang memegang mawar ditangannya. Aku memberikan mawar yang ku pegang pada wanita tersebut tetapi wanita tersebut hanya tersenyum dan berkata “aku tak tau apa yang terjadi, aku hanya disuruh untuk membawa mawar ini. Dan jika ada seorang pemuda yang memberiku mawar dengan tulus, maka aku disuruh untuk mengatakan kepada pemuda tersebut. Mawar sesungguhnya telah menantimu”
Aku tak mengerti apa yang dimaksudnya, lalu aku tersadar. Wanita yang memegang edelwis tadi berdiri dibelakangku dengan tersenyum dan berkata “ARDI..aku telah lama menantimu”.


1 komentar: