SETANGKAI
MAWAR
Aku menulis surat, surat yang ku tulis dengan penuh
makna dan cinta. Surat yang aku kirim kepada seseorang yang begitu indah
syairnya, begitu dalam katanya. Yang membuat ku memantapkan hatiku padanya,
ya... dia seorang wanita yang tak pernah aku jumpai. Seseorang tak pernah aku
lihat paras indahnya, akan tetapi kata-katanya telah menyentuh bagian terdalam
hatiku.
Aku mengenalnya dengan tak sengaja, aku menemukan
diary nya yang tersampul rapi. Diary yang bersih, katanya pun begitu indah.
Didalam diary tersebut hanya terdapat sebuah nama dan alamat. Nama yang
bertuliskan ROSELINE. Beralamat di bandung. Pada saat itu aku tak terlalu
tertarik, tetapi saat aku mencoba membacanya, aku begitu kagum. Aku begitu
terpana dengan katanya, indah goresan tangannya, dan membuat aku tak bisa tidur
memikirkan dirinya. Aku membayangkan dirinya dalam bentuk sosok bidadari yang
cantik, seperti katanya yang memikat.
Pada malam itu juga aku mencoba mengirim surat
kealamat tersebut yang berisikan aku telah menemukan diarynya. Dan aku memuji
betapa indah kata-katanya, serta aku tak lupa untuk meminta maaf atas
kelancangan ku yang telah mencoba membaca diarynya.
Satu minggu pun berlalu, surat yang aku kirim tak
kunjung dibalas. Aku berfikir, bahwa mungkin saja ia memang tak peduli. Maka
aku pun tak perlu untuk menunggu suratnya. Akan tetapi diary tersebut masih aku
simpan dengan baik-baik. Dan aku menjaganya dengan sepenuh hati.
Pada suatu pagi saat aku ingin berangkat bekerja, aku
menemukan sebuah amplop dibawah pintu rumahku. Dan aku terkejut saat melihat
tulisan yang sangat aku kenal, tulisan yang membuat aku tak bisa tidur.aku
membukanya dengan begitu hati-hati, agar ciptaan yang indah itu tidak rusak
sedikitpun. Aku membacanya dengan hati berdebar, entah ada apa dengan diriku.
Bandung,
12 juni 2013
Dear my hero.
“aku ingin berterima kasih, karna kamu telah mau
meluangkan waktu berharga mu hanya untuk memberi tahuku tentang itu, mungkin
kamu tak menganggap itu penting. Tapi bagiku itu begitu sangat penting, hingga
aku menulis surat ini dengan perasaan tak menentu. Bahagia, senang, terharu dan
lengkap sudah. Tapi aku ingin meminta mu sekali ini saja, tolong jaga diary itu
untuk aku. karna aku belum punya waktu untuk mengambilnya. sekali lagi terima
kasih pahlawanku. J
Pengagummu
ROSE
Aku tak dapat berkata apa-apa setelah membaca surat
itu, yang pasti aku begitu bahagia nya hingga aku lupa aku harus berangkat
kerja. Oh sial... AKU TELAT.
Setelah kejadian tersebut kami sering bertukar surat,
masalah apapun kami seling bercerita. Tak ada rahasia diantara kami. Hingga
perasaan itu semakin dalam tumbuh. Awalnya aku hanya mengabaikan perasaan itu,
tapi akhirnya perasaan ini tak dapat lagi ku bendung. Akhirnya malam itu aku
mengirimi surat pernyataan cinta ku padanya.
Dan aku menanti setiap detik akan balasan suratnya, entah aku ditolak
atau dicaci makipun, aku terima. Karna aku hanya ingin melihat goresan
tangannya dan katanya yang indah.
Aku menanti dengan cemas balasan suratnya, karna sudah
dua hari ia telat mebalasnya. Aku semakin takut, takut ia pergi meninggalkanku.
Lalu keajaiban pun datang, saat aku sedang menonton televisi. Aku mendengar
suara tukang pos yang mengantar surat. Aku langsung berlari untuk meminta surat
ku. Tukang pos tersebut hanya heran melihat tingkahku yang konyol, tapi aku tak
begitu peduli. Yang penting aku bisa melihat sajaknya yang indah.
Aku membuka surat itu dengan hati berdebar lagi,
apakah itu penolakan? Ah... aku tak begitu peduli yang aku inginkan hanya ingin
secepatnya membaca kata yang indah itu.
Bandung,
15 maret 2015
Dear love
“maaf aku terlambat membalas suratmu, aku hanya ingin
memastikan apakah perasaan aku ini benar atau tidak. Tetapi sekarang aku yakin
aku juga memiliki perasaan yang sama terhadapmu, aku tak sanggup berlama-lama
mengabaikan suratmu yang begitu penuh cinta. Maaf kan aku, telah membuat mu
menunggu terlalu lama”
Ur love
ROSE
Aku begitu bahagia membaca surat ini, hingga aku ingin
memeluk nya. Memeluknya penuh cinta. Dan itu rasanya nyata, aku sedang memeluk
seseorang. Apakah ini rose?? . Tetapi pikiran itu pun hilang saat terdengar
suara. PERMISI NAK. Aku dengan cepat melepaskan pelukan tersebut. Oh sial.....
kok bapak-bapak orang sih??
Setelah pernyataan kami tersebut, aku dan rose semakin
dekat. Dan 6 bulan kemudian kami memutuskan untuk bertemu. Awalnya aku meminta
ia untuk mengirimi fotonya, tetapi ia menolak. Karena ia berfikir kalau aku
akan mencintainya hanya karna parasnya.dan
aku menyetujuinya.
Pada hari yang telah disepakati, aku bertemu
dengannya. Aku turun dari bus yang aku tumpangi, tetapi hatiku berdebar lagi.
Ini berbeda dari sebelumnya, aku berfikir, bagaimana kalau ternyata dia tak
seperti yang aku bayangkan? Kami sudah bersepakat, bahwa kami akan memegang
bunga mawar.. Saat aku melangkahkan kakiku, aku melihat seorang gadis yang
begitu anggun, begitu cantik, begitu manis. Ia berjalan dengan tersenyum sambil
membawa setangkai bunga edelwis. Tetapi bukankah kami telah sepakat dengan
mawar? Lalu ia berjalan kearah ku, dan aku berdebar tak karuan. Tetapi aku
salah, ternyata ia hanya berjalan melewatiku. Aku sempat berfikir untuk
mengejar gadis tersebut. Tetapi aku terpaku, saat melihat wanita gemuk yang
lusuh memegang setangkai mawar. Ada perasaan kecewa dihatiku, tetapi lebih
banyak terbesit rindu kepada wanita yang menemaniku selama bertahun-tahun. Aku
sudah memantapkan hatiku pada wanita tersebut,dan aku berjalan dengan tegap dan
tersenyum kearah wanita yang kurindukan itu. Semua tentang wanita cantik itu
telah hilang dalam pikiran ku, yang ada hanya kepada wanita yang memegang mawar
ditangannya. Aku memberikan mawar yang ku pegang pada wanita tersebut tetapi
wanita tersebut hanya tersenyum dan berkata “aku tak tau apa yang terjadi, aku
hanya disuruh untuk membawa mawar ini. Dan jika ada seorang pemuda yang
memberiku mawar dengan tulus, maka aku disuruh untuk mengatakan kepada pemuda
tersebut. Mawar sesungguhnya telah menantimu”
Aku tak mengerti apa yang dimaksudnya, lalu aku
tersadar. Wanita yang memegang edelwis tadi berdiri dibelakangku dengan
tersenyum dan berkata “ARDI..aku telah lama menantimu”.
keren mal, terhuraaa :D
BalasHapus